Cookies on the Michelin Site

For an optimale navigation, MICHELIN website use navigation cookies. Click on the   link for more informations Validate

aktivitas terbaru
Anda
!

Welcome to your history toolbox

We've saved important information from your previous searches to make your life easier.

???private_mode_title???

???private_mode_text???

Ban terakhir yang dilihat

Dealer terakhir yang dilihat

Pencarian terakhir

Cari ban MICHELIN Anda yang tepat dalam hitungan detik Melakukan pencarian untuk melihat apakah ban ini cocok kendaraan Anda
ex. BMW HP2 Megamoto 2016
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


A

ABS

Sistem Rem Anti-Terkunci (ABS) bertujuan untuk mengurangi penurunan daya cengkeram ketika terjadi pengereman. Sistem tersebut bekerja dengan melepaskan sebagian pengereman setiap kali roda mulai terkunci agar mencegah ban tergelincir/kehilangan daya cengkeram. dan meningkatkan efektifitas pengereman.

ACT

Teknologi Adaptive Casing Michelin
Kerangka ban (Carcass) bagian depan dapat menyesuaikan kekerasan ban dengan sudut camber (sudut kemiringan roda terhadap garis vertikal). Sisi pinggir (shoulder) dapat berubah (menyesuaikan dengan sudut camber) dari kondisi normal pada trek lurus menjadi lebih kaku (rigid) sesuai dengan kemiringan pengendara sepeda motor. Hal tersebut memberikan kinerja yang lebih optimal ketika menikung.

ADT

Teknologi Amplified Density (kepadatan ban yang diperkuat)
Bagian rangka (Carcass) ban yang keras dan dengan kepadatan yang diperkuat, memberikan daya manuver dan daya tanggap yang luar biasa. Lapisan serat aramid di permukaan belakang menjadikan ban lebih kuat dan ringan, membuatnya tetap stabil, bahkan pada kecepatan-tinggi.

Alur ban

Merupakan alur diantara dua pola tapak ban pada permukaan ban.

Aquaplaning

Hilangnya daya cengkeraman saat melaju pada kecepatan tinggi disebabkan karena adanya genangan air antara ban dan jalan, hal ini yang membuat jalan menjadi licin.

 


B

Ban dalam

Tabung berbahan karet yang berisi udara, yang terletak diantara ban dan Velg (rim).

Bead

Bagian ban yang berfungsi melekatkan ban ke rim (Velg) roda.

Bib Mousse

Bib Mousse menggantikan fungsi ban dalam pada sepeda motor. Bib Mousse biasanya digunakan untuk ban kendaraan Off-road, Motocross, Trial, MX, and Ban Enduro, dll. Keuntungan lain dari Bib Mousse adalah karena sifatnya yang padat/pejal, sehingga anti bocor.

Bore

Diameter silinder

 


C

Carcass (Kerangka ban)

Carcass ada di bagian dalam ban, yang membentuk struktur ban. Carcass mendukung keseluruhan tekanan pada ban. Terbuat dari besi dan lembaran-lembaran ply cord, dimana sabuk dan telapak ban di pasang di sisi samping ban.

 


D

Depan/Belakang

Ban ini dapat dipasang di posisi depan maupun belakang sepeda motor anda.

Diameter

Bila membahas tentang diameter ban, maka yang dimaksud adalah diameter ban dalam, atau diameter velg-nya, dalam satuan inchi (1 inchi = 2,54 cm).

DOT

DOT merupakan singkatan dari Department of Transportation (USA). Cap tulisan DOT di sisi samping ban menunjukkan bahwa ban telah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan lembaga tersebut.

 


E

Equilibrium (keseimbangan)

Keseimbangan yang baik adalah kondisi dimana massa/berat ban terdistribusi secara merata terhadap sumbu rotasinya.

 


F

FIM

Simbol yang menunjukkan bahwa ban ini telah disetujui oleh FIM untuk ban jenis enduro (dengan alur sedalam 13 mm).

 


I

Indeks beban

Merupakan indikasi berat maksimum yang dapat ditahan ban pada tekanan yang direkomendasikan.

 


J

Jejak tapak

Disebut juga sebagai "footprint", bagian ini merupakan tempat antara jalan dan ban anda.

Jejak tapak ban

Bagian ban yang bersinggungan langsung dengan jalan (atau disebut juga bagian kontak).

Jejak/Telapak

Mengacu pada pola telapak ban

 


K

Kapasitas Mesin

Kapasitas Mesin mengacu kapasitas silinder dalam CC atau cm3. Secara umum, Kapasitas Mesin merupakan faktor penting dalam menentukan kekuatan mesin motor Anda.

Keras

Medan yang sulit memerlukan karet yang lebih keras.

Klep/pentil ban

Berfungsi mendistribusian udara ke dalam ban secara merata, menahan udara di dalam ban dan mencegah debu untuk masuk. Klep ini terletak pada tabung untuk ban dengan ban dalam dan di tepi velg untuk ban tubeless.

 


L

Lapisan ban (ply)

Lapisan yang membentuk sabuk ban.

Lapisan Karet dalam

Merupakan lapisan karet sintetis (berfungsi seperti ban dalam pada ban biasa), dan berperan menjaga ban agar tidak bocor (kedap udara)

Lebar ban

Jarak diantara dinding-dinding samping luar pada ban.

Liner

Lapisan senyawa karet kedap udara yang melindungi ban tubless.

LR

Ban memiliki hambatan gulir yang rendah.

 


M

M+S

Singkatan dari "mud and snow" atau ban musim dingin yang menunjukkan bahwa ban tersebut dapat digunakan pada medan berlumpur dan bersalju.

 


N

NHS

Singkatan dari Not for Highway Service, Tidak diijinkan untuk digunakan di jalan raya.

 


P

Pemakaian

Tanda-tanda kerusakan dan penurunan mutu yang dapat dilihat pada ban.

Pemakaian abnormal

Tanda-tanda kerusakan dan penurunan mutu ban yang tidak normal.
Dapat terjadi karena balancing roda yang tidak tepat, sistem suspensi kendaraan yang jelek, atau berbagai faktor eksternal lainnya dll

 


R

Rating kecepatan

Indeks penomoran yang menunjukkan kecepatan maksimum yang dapat dicapai oleh ban.

Roda

Terdiri dari velg (rim) roda dan cakram.

 


S

Sand/Pasir

Ban yang cocok digunakan pada kondisi trek berpasir.

Shoulder (Sisi pinggir)

Shoulder adalah bagian terluar tapak ban yang menempel pada dinding samping ban.

Sidewall (dinding bagian luar)

Merupakan dinding samping luar pada ban, terletak diantara tapak ban dan bead. Melindungi ban dari guncangan (lubang, kerikil, dll.). bagian ini juga memuat tanda/informasi mengenai spesifikasi ban.

Sipes

lajur khusus pada bagian ban yang bersentuhan langsung dengan tanah. fungsinya meningkatkan daya cengkeram ban pada permukaan jalan yang tidak ideal (hujan, es, salju).

Slick

Ban polos tanpa pola pada telapak ban.

Soft/Lembut

Ban dengan karet yang lebih lembut, digunakan pada kondisi medan yang lunak hingga medan yang lebih beragam

Struktur

Mengacu pada komposisi lapisan kerangka luar ban (Carcass).

Supersoft

Ban dengan karet yang super lembut cocok digunakan pada medan tanah yang lunak

 


T

Tapak ban

Merupakan bagian terluar dari ban yang bersinggungan langsung dengan jalan raya. Cara kerjanya memberikan daya cengkeram ban pada segala kondisi (kering, basah, dll.) serta berkontribusi pada presisi kemudi. Karena bagian ini tidak bisa lepas dari pengaruh kerusakan, permukaan ban harus tahan terhadap keausan yang mungkin terjadi.

Tinggi ban (Section height)

Merupakan jarak antara tinggi telapak ban dan dasar bead.

Tube Type (TT)

Ban konvensional yang terdiri dari ban dalam dan ban luar.

Tubeless (TL)

Ban tubeless. memiliki struktur karet kedap udara yang bersentuhan langsung dengan kerangka ban (carcass). Sehingga tidak memerlukan ban dalam.

 


U

Unusual wear

Abnormal tyre wear that may result from the wheels being unbalanced, or be due to poor suspension or a range of external factors, etc...

 


V

Velg roda

Bagian roda yang terbuat dari logam, tempat dipasangnya ban.

 


W

WET (BASAH)

Ban cocok untuk digunakan di jalan basah.

Wheel

Composed of a wheel rim and a disk.