Cookies on the Michelin Site

For an optimale navigation, MICHELIN website use navigation cookies. Click on the   link for more informations Validate

aktivitas terbaru
Anda
!

Selamat datang di riwayat toolbox anda

Kami telah menyimpan informasi penting dari pencarian Anda sebelumnya untuk membuat hidup Anda lebih mudah.

???private_mode_title???

???private_mode_text???

Ban terakhir yang dilihat

Dealer terakhir yang dilihat

Pencarian terakhir

Aman Berkendara

Aus

Mengapa sebagian ban aus lebih cepat daripada yang lain?

 

Wear and Tear

 

Batas tempuh sebuah ban tergantung pada bermacam-macam faktor:

 

Beberapa di antaranya dapat dikendalikan oleh si pengendara, antara lain: tekanan ban, beban, kecepatan kendaraan, gaya mengemudi (cara mengerem dan cara menambah kecepatan).

•Pemakaian di jalan raya: sudut tikungan, jenis permukaan jalan
• Pemakaian offroad: jenis medan (pasir, kerikil, lumpur), suhu lingkungan

Satu faktor mungkin hanya sedikit berpengaruh pada batas tempuh ban, tetapi apabila beberapa faktor terjadi secara simultan maka ban lebih cepat aus.

Tapak ban adalah yang bagian paling mempengaruhi cengkeraman ban ke jalan. Ketika aus tapak ban kehilangan kemampuan untuk mengeringkan air di sekitar ban. Oleh karena itu, penting diingat agar selalu berkendara perlahan pada permukaan yang basah.

Ingat untuk selalu mengecek tingkat aus ban anda secara teratur.

 

Bagaimana mengecek aus?

Periksa tingkat keausan pada beberapa titik di ban.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengukur kedalaman alur atau menggunakan indikator keausan yang dicetak di permukaan tapak ban (dari simbol yang terlihat dari bekas cetaknya). Jika batasan legal atau teknis terlampaui, saatnya ban dibuang dan diganti.

 

Kapan dan bagaimana mengecek ban anda?

Ban harus diperiksa secara teratur untuk mengetahui apakah ada keausan yang tidak biasa dan kemungkinan kerusakan. Ikuti tahap-tahap berikut:

• Tapak ban: Cari apakah ada benda-benda asing, sayatan, kerusakan di tempat tertentu atau aus yang tidak lazim terjadi
•Sisi ban: Cari apakah ada kerusakan dari benturan (trotoar, lubang di jalan, ...), sayatan, retak atau cacat yang tidak lazim
• Area di sekitar pelek ban: Carilah tanda yang disebabkan oleh goresan atau kerusakan pada pelek ban.

Semua retakan, sayatan dan perubahan bentuk yang tampak pada tapak ban, sisi ban, atau area dimana ban bertemu dengan roda harus diperiksa secara teliti (di bagian dalam/bagian luar) oleh ahli ban. Hal yang sama berlaku untuk pelek.

Dalam keadaan apapun jangan pernah memasang ban yang menunjukkan kerusakan seperti cacat atau benjolan, karet atau lapisan yang terlepas, kerusakan karena minyak atau karat, retak atau abrasi pada bagian dalam ban yang lazim disebabkan berkendara dengan tekanan udara rendah.

Dalam setiap pemeriksaan kendaraan, pastikan katup debu dalam kondisi aman. Jika ragu, gantilah.