Cookies on the Michelin Site

For an optimale navigation, MICHELIN website use navigation cookies. Click on the   link for more informations Validate

aktivitas terbaru
Anda
!

Selamat datang di riwayat toolbox anda

Kami telah menyimpan informasi penting dari pencarian Anda sebelumnya untuk membuat hidup Anda lebih mudah.

???private_mode_title???

???private_mode_text???

Ban terakhir yang dilihat

Dealer terakhir yang dilihat

Pencarian terakhir

Aman Berkendara

Aman berkendara di musim dingin

Fighting the cold

1. Melawan hawa dingin


Jaga tubuh tetap hangat dengan cara terus bergerak. Gerakkan lengan dan kaki secara bergantian di atas kendaraan, dan berhentilah lebih sering untuk bergerak dan menghangatkan diri ! Bahkan ketika berhenti di lampu merah, manfaatkan jeda tersebut untuk memutar lengan dan pergelangan tangan..

Manfaatkan bagian terpanas sepeda motor anda: mesin. Ketika motor berhenti, dekatkan tangan anda ke mesin untuk menghangatkannya (tentu saja jangan menyentuhnya). Berhenti selama beberapa menit? tempatkan sarung tangan anda pada mesin atau di dekatnya, dapat diselipkan di bawah body kendaraan, atau tempatkan diatas silinder mesin jika anda memiliki mesin flat-twin.

Ketika menghangatkan diri, dekatkan tangan anda dengan sumber panas (misalnya radiator), tetapi jangan menyentuh sepenuhnya! Dingin menyebabkan tubuh mati rasa: tidak ada yang lebih buruk daripada mencelupkan tangan atau kaki dingin ke air panas; ini bisa menyebabkan tangan atau kaki terbakar atau masalah serius lainnya. Sebaiknya, rendam tangan anda dalam air hangat, kemudian naikkan suhunya secara perlahan.

Menjelang akhir perjalanan panjang di musim dingin, mungkin anda akan tergoda untuk memacu kendaraan agar lebih cepat sampai. Ini merupakan kesalahan yang fatal! Pada beberapa mil terakhir, pengemudi dalam kondisi paling lelah dan cenderung ceroboh, sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Be careful on the road

2. Hati-hati dengan bahaya di jalan


Tambahkan jarak aman antara anda dan kendaraan di depan. Bukan saja karena jalan akan menjadi lebih licin, yang membuat jarak pengereman bertambah, tetapi juga perlu waspada terhadap bongkahan salju atau es di jalan (salju kotor dapat terkumpul di lekukan roda mobil dan truk di depan anda dan dapat tiba-tiba lepas dan jatuh tepat di depan ban anda)

Bahaya musim dingin lainnya adalah lembaran es tipis yang terbentuk pada body atau terpal truk, yang dapat pecah pada kecepatan tinggi atau kondisi berangin.dan menimpa muka anda.

Waspadalah terhadap mobil penyapu dan truk garam yang menaburkan garam, pasir, atau salju ke sisi samping atau belakangnya. Berikan kendaraan ini ruang tambahan, dan jika anda melihatnya, kurangi kecepatan dan jaga jarak ke kanan sejauh mungkin.

Jangan berpikir bahwa anda aman mengikuti truck garam. Garam yang disebarkannya hanya mencairkan salju atau es setelah sekitar 20 menit. Lebih buruk lagi, proses penggaraman dapat menyebabkan kelembaban di jalan, bahkan terkadang mengakibatkan lapisan kotoran, lumpur, dan bahan lainnya yang sangat licin.

The speed/cold ratio

3. Dingin bersifat relatif terhadap kecepatan


Ingat, semakin cepat anda melaju, angin yang anda rasakan akan semakin kencang dan semakin dingin.
  •  Jadi, Pada suhu sekitar 10° C (tanpa angin), kulit pengendara (tanpa pelindung) sepeda motor non-streamlined akan merasakan suhu -2° C pada 50 km/jam dan -6° C pada 130 km/jam
  • Demikian pula, suhu 0° C (saat berhenti), akan menjadi seperti -20° C pada 90 km/jam dan -21° C pada 130 km/jam
  • Pada suhu udara -5° C, suhu akan turun dengan cepat ke -25° C pada kecepatan 50 km/jam, -28° C pada 90 km/jam, -29° C pada 130 km/jam.
  • Ketika suhu mencapai -10° C, terasa seperti -33° C pada kecepatan 50 km/jam dan -37° C pada 130 km/jam!
Rain, fog and condensation

4. Hujan dan kabut


Cuaca dingin dan kering tidak menimbulkan permasalahan tertentu. Tetapi jangan lupa bahwa saat udara lebih dingin, akan memakan waktu lebih lama bagi mesin anda untuk mencapai suhu optimal, dan lebih lama bagi ban anda untuk mencapai adhesi optimal.

Dalam cuaca hujan, langkah terbaik adalah mengurangi kecepatan kendaraan. Ingat juga bahwa anda akan menjadi dingin lima kali lebih cepat ketika basah. Tetaplah hangat dengan pakaian kedap air! Jika tidak, berhentilah untuk mengeringkan diri.

Dalam cuaca berkabut, jalanan menjadi basah, dan saran yang sama berlaku juga seperti dalam kondisi hujan. terlebih lagi pertimbangkan faktor visibilitas anda dan orang lain akan sangat yang berkurang. Kurangi lagi kecepatan kendaraan anda!

Selain itu, pastikan bahwa lampu dekat (low beam) anda menyala. Jika anda bisa, nyalakan lampu hazard anda, atau nyalakan lampu kabut jika sepeda motor anda dilengkapi dengannya. Lampu jauh (high beam) akan menjadi tidak berguna; sinar cahaya yang kuat akan tercermin oleh tetesan air di udara, menyebabkan jarak pandang menjadi lebih buruk, terutama pada malam hari. Jika memungkinkan, gunakan rompi reflektif atau gelang LED.

Jika anda mengenakan kacamata, jangan membuat kesalahan dengan membuka kaca helm.

kacamata anda akan segera berembun, dan anda akan cepat kehilangan pandangan. Jika perisai kabut terpasang, bukalah sebagian, tetapi jangan dibuka sepenuhnya. Sering-seringlah bersihkan bagian luar kaca menggunakan sarung tangan, atau dengan wiper karet jika ada. Jika anda berencana untuk mengemudi dalam kabut, gunakanlah produk anti-kabut atau sistem layar ganda "pinlock".

Ice, black ice and snow

5. Es, es hitam dan salju


Jika cuaca dingin dan terjadi hujan, mungkin anda akan menjumpai hujan es. Hujan es meningkatkan risiko ban kendaraan kehilangan cengkeraman (grip). Hati-hati dengan tempat-tempat berangin kencang (jembatan, ngarai), di dalam terowongan, jalanan dibawah rimbunan pepohonan dan lereng gunung yang menghadap utara dll.

Jika di jalanan lurus anda menemui lapisan es yang tipis dan tidak terlalu panjang, anda masih memiliki kesempatan untuk kembali ke jalan aspal. Jangan melakukan pengereman, lihat lurus ke depan, tetap tenang dan jangan tegang. Tetapi jika anda menjumpai belokan, maka selesai sudah; anda pasti jatuh tergelincir. Karena semua jalan pada akhirnya berbelok... Jangan coba-coba memacu kendaraan terlalu kencang !!.

Jika turun salju, bersiap-siaplah untuk terguncang... Jika memungkinkan, saat turun salju di jalanan, hindari mengendarai kendaraan roda dua. Karena jalan akan menjadi licin dan visibilitas sangat rendah. Selain itu, salju akan menempel pada kaca helm, membuat anda kehilangan pandangan secara cepat, jadi pastikan untuk mengelap setiap sepuluh detik agar dapat melihat dengan jelas.

Berkendara pada jalanan yang dipenuhi salju yang masih baru dan lembut, tidak lebih rumit daripada berkendara di jalan basah. Cobalah untuk mengikuti jejak roda kendaraan di depan anda sebaik mungkin, hindari tumpukan salju, di mana salju memadat dan mengandung es. Di salju, tetaplah pada di gigi dua, rentangkan kedua kaki untuk menjaga agar kendaraan tidak tergelincir, jangan mengerem atau menekan gas. Terus kopling! mainkan kopling dan gas dengan perlahan-lahan.